Indonesia & Masa Demokrasi Liberal

Sebagai hasil Konperensi Meja Bundar (KMB), maka pada akhir tahun 1949 terbentuklah Republik Indonesia Serikat (RIS) yang merupakan gabungan dari Republik Indonesia dan negara-negara boneka bentukan Van Mook.

Masa Demokrasi Liberal di Indonesia

Dengan terbentuknya RIS maka di Indonesia pada waktu itu berlaku 2 (dua) Undang-Undang Dasar, yaitu :

  1. Konstitusi RIS yang berlaku di seluruh Indonesia.
  2. UUD 1945 yang hanya berlaku di Republik Indonesia dengan ibukota Yogyakarta.

Hasil KMB tersebut merupakan kompromi yang terpaksa karena baik Belanda maupun Republik Indonesia sama-sama tidak puas atas hasil KMB itu. Tetapi kompromi itu terpaksa diterima oleh kedua belah pihak sebagai satu-satunya cara yang dapat ditempuh untuk mengakhiri pertikaian bersenjata.

Berdasarkan desakan rakyat, maka tujuh bulan kemudian RIS dibubarkan. Pada tanggal 17 Agustus 1950 terbentuklah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Walaupun negara fedral/RIS telah berubah menjadi negara kesatuan, tetapi sistim demokrasinya tetap sistim demokrasi liberal yang ternyata kemudian tidak dapat menciptakan stabilitas nasional sehingga mengganggu pelaksanaan pembangunan. Selain itu sistim demokrasi liberal menimbulkan pertentangan-pertentangan yang berkepanjangan di antara partai-partai politik.

Sebagai salah satu akibat dari pertentangan-pertentangan politik dan ideologi yang terjadi selama demokrasi liberal, maka timbullah pemberontakan-pemberontakan bersenjata, seperti :

  1. Pemberontakan APRA di Jawa Barat pada awal tahun 1950.
  2. Pemberontakan Andi Aziz di Sulawesi Selatan pada awal tahun 1950.
  3. Pemberontakan RMS di Maluku pada tahun 1950-an.
  4. Pemberontakan PRRI/PERMESTA di Sumatera dan Sulawesi pada tahun 1958 sampai dengan awal tahun 1960-an.
  5. Pemberontakan DI-TII di Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Aceh sejak tahun 1947-1962 yang pengikut-pengikutnya masih ada berkeliaran sekarang.

Pemberontakan-pemberontakan tersebut menimbulkan korban jiwa dan harta benda rakyat yang tidak terkira nilainya. Untuk membebaskan rakyat dari tindakan kaum pemberontak, maka ABRI mengarahkan segala tenaganya untuk menumpas pemberontakan tersebut.

Sebagai puncak dari pertentangan-pertentangan partai-partai politik dalam masa demokrasi liberal, adalah kegagalan Konstituante dalam menetapkan dasar negara pada tahun 1959, karena ada partai-partai politik yang dengan gigih mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara tetapi ada pula partai-partai politik yang menghendaki dan memperjuangkan ideologi lain dijadikan dasar negara Indonesia.

Untuk menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari kekacauan dan kehancuran, maka di keluarkan Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 yang mendekritkan berlakunya kembali UUD 1945 yang dalam pembukaannya memuat Pancasila yang resmi dan asli sebagai Dasar Negara Indonesia,-

2 responses to “Indonesia & Masa Demokrasi Liberal

  1. Halo..
    terima kasih udh mampir dblog saya.

    ko, related artikelnya postingan saya,, nyambung kah dgn artikel anda??

    but thankz anyway.

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s