Angelina Sondakh & Banggar DPR RI – “Bejat”

Angelina Sondakh diadili karena menjadi tersangka dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games dan pengadaan alat laboratorium di beberapa universitas negeri.

Angelina Sondakh

Kasus dugaan suap yang melibatkan Angie Sondakh berkaitan erat dengan pembahasan anggaran bagi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Olahraga (Kemenpora) yang membuka peluang atas keterlibatan Badan Anggaran DPR RI. Demikian dikatakan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) – Johan Budi di kantornya pada hari Rabu tanggal, 5 September 2012 malam.

Hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang berkaitan dengan kasus yang menjerat Angie Sondakh sebagai tersangka adalah adanya aliran uang suap untuk anggota Banggar termasuk oknum pimpinan Banggar diperkuat oleh bukti yang dikumpulkan KPK saat proses pemeriksaan saksi atau laporan hasil analisis (LHA) dari PPATK soal aliran panas anggota Banggar yang diterima sejak Juni lalu.

Kasus yang menjerat Angelina Sondakh  merupakan pengembangan penyidikan kasus suap wisma atlet SEA Games yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat – Muhammad Nazaruddin. Dalam persidangan Nazaruddin, terungkap bahwa Angelina diduga ikut menikmati uang korupsi proyek wisma atlet dan proyek olahraga di Hambalang.

KPK sendiri telah menemukan 16 aliran dana mencurigakan ke Angie Sondakh yang nilainya miliaran rupiah. Aliran uang itu diduga terkait proyek pembangunan sarana dan prasarana 16 universitas di Indonesia. Satu per satu pimpinan universitas yang diduga terkait masalah itu sudah diperiksa sebagai saksi Angelina Sondakh. Pimpinan universitas yang sudah diperiksa KPK antara lain Rektor Institut Pertanian Bogor – Herry Suhardiyanto, Rektor Universitas Haluoleo Sulawesi Tenggara – Usman Rianse, Rektor Universitas Tadulako – Muhammad Basir, Rektor Universitas Pattimura – HPB Tetelepta, dan Rektor Universitas Nusa Cendana – Frans Umbu Datta.

KPK memeriksa Nazaruddin dan pihak terkait lainnya sebagai saksi Angelina Sondakh. Seusai diperiksa beberapa waktu lalu, Nazaruddin mengungkapkan bahwa Angelina Sondakh mendapat uang Rp. 5,5 miliar dari tiga universitas, yakni Universitas Tadulako, Universitas Haluoleo, dan Universitas Cendana. Sebagian uang tersebut, kata Nazaruddin, digunakan untuk mencetak kalender bergambar Anas Urbaningrum.

Nazaruddin seusai diperiksa KPK juga pernah mengatakan bahwa mantan pimpinan Banggar DPR RI – Mirwan Amir, memerintahkan Angelina Sondakh mengatur proyek pengadaan sarana dan prasarana 16 universitas di Kementerian Pendidikan Nasional.

Mirwan selaku unsur pimpinan Banggar DPR RI mengurus belanja pusat terkait pendidikan. Menurut Nazzaruddin, Mirwan juga mendapat jatah fee dari proyek ini. Dalam sejumlah kesempatan, Mirwan membantah tudingan Nazaruddin itu. (Sumber : Kompas.com – Kamis, 6 September 2012 | 06:24 WIB).

Koment Rafans Manado :

Jika memang benar kasus-kasus tersebut diatas, betapa bejatnya seorang Angelina Sondakh yang adalah mantan Puteri Indonesia 2001 dan dalam jabatannya sebagai Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat serta Anggota DPR RI.

Sungguh keterlaluan melakukan tindakan korupsi atas kepentingan pembangunan manusia Indonesia di bidang pendidikan dan kepemudaan serta olah raga. Sangat parah mental Angelina Sondakh yang mau merusak dunia pendidikan, kepemudaan, dan olah raga di Indonesia.

Demikian pula dengan oknum Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Tidak ada malunya memperkaya diri melalui tindakan korupsi dengan memperdayai Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Olahraga (Kemenpora), sementara masyarakat Indonesia sangat sulit mencari uang untuk biaya pendidikan karena tingginya biaya untuk memperoleh pendidikan di Indonesia. Sungguh bejat sekali orang-orang ini. Orang-orang beragama tapi tidak memiliki iman yang tinggi,-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s