Rakyat Indonesia Berteriak Meminta Perubahan

Setiap hari rakyat “berteriak” meminta perubahan. Meminta akses pelayanan kesehatan dan pendidikan. Meminta perbaikan lalu lintas kota yang macet.

Rakyat Indonesia Berdemo (Foto : Malang Post)

Meminta sistem drainase yang baik, yang mampu mencegah banjir di musim penghujan. Meminta perbaikan tata kota. Meminta perbaikan tata kelola birokrasi. Meminta keseriusan para penyelenggara negara memberantas  korupsi.

Teriakan itu biasanya sangat lantang pada saat kampanye pemilu. Ketika para kandidat anggota dewan, calon bupati dan walikota, calon gubernur, dan calon presiden datang meminta dukungan, rakyat mendapat kesempatan untuk “berteriak” selantang-lantangnya  meminta perubahan. Hanya lima tahun sekali para jelata dan kelas menengah mendapat  kesempatan untuk meneriakkan penderitaan mereka.

Biasanya, para kandidat datang menghampiri konstituen dengan memposisikan diri sebagai dewa penyelamat. Mereka menebar janji untuk membuat perubahan. Namun, setelah terpilih, aspirasi rakyat dilupakan. Janji yang pernah dilontarkan tak lagi diingat. Kepentingan pribadi, kelompok, dan partai memaksa mereka lupa semua janji manis. My word is not bond. Seakan-akan janji bukan kewajiban.

Lima tahun kemudian, tanpa malu, para pengobral janji itu datang lagi. Mereka menghampiri rakyat bukan terutama untuk mengangkat rakyat dari penderitaan, melainkan dukungan suara agar menang dalam pertarungan.

Saat ini rakyat Indonesia menginginkan pemimpin yang benar-benar menggunakan mata untuk melihat dan telinga untuk mendengarkan  “teriakan” rakyat. Pemimpin yang mampu menggerakkan organisasi dan seluruh sumber daya untuk mengangkat martabat rakyatnya. (Editor : Rafans Manado – Sumber, Suara Pembaruan.com – Kamis, 12 Juli 2012 | 14:25),-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s