Polri & BIN Usut Video Terkait Pilkada Jakarta

Voice 0f America (VoA) – Bahasa Indonesia pada tanggal 24 Agustus 2012 memberitakan, bahwa Polisi Republik Indonesia (Polri) dan Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia diminta menyelidiki video SARA berisi ancaman untuk etnis tertentu.

Menko bidang Politik, Hukum dan Keamanan – Djoko Suyanto dalam jumpa pers di Jakarta. (Foto: VOA/Andylala Waluyo)

Hal tersebut sehubungan dengan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta putaran kedua, dimana telah beredar sebuah video yang sarat dengan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) di Internet. Pemerintah telah menginstruksikan polisi dan BIN untuk menyelidiki masalah ini. Menteri Koordiantor (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan – Djoko Suyanto di Jakarta Kamis (23/8) mengatakan saat ini aparat keamanan sedang berupaya mengungkap siapa pembuat video dan siapa yang mengedarkannya di situs Youtube, termasuk  motif dari pelaku. Djoko juga telah meminta Menteri Komunikasi dan Informasi untuk memblokir video tersebut, karena juga mencederai proses demokrasi dalam Pemilukada DKI Jakarta putaran kedua September mendatang.

Ini pernyataan MenkoDjoko Suyanto : “Kepada aparat keamanan telah saya instruksikan untuk melakukan tindakan-tindakan antisipasi. Melakukan tindakan-tindakan preventif, apabila dampak dari tayangan video yang diunggah tersebut sudah ada di masyarakat. Kepada Menteri Komunikasi dan Informasi telah saya sampaikan dan instruksikan dengan kewenangan dan peralatan yang ada untuk segera menghentikan video rekaman yang diunggah di Youtube tersebut. Karena sangat tidak bermanfaat, sangat tidak baik, karena ini mencederai keanekaragaman kita. Mencederai proses demokrasi kita. Dan mencederai proses pilkada yang ada sekarang ini,” ujarnya.

Video bernuansa SARA berjudul ‘Koboy Cina Pimpin Jakarta itu, diunggah pada 12 Agustus 2012, yang berisi ancaman agar etnis tertentu tidak menggunakan hak pilih mereka pada Pemilukada DKI putaran kedua pada 20 September nanti. Dalam video itu ditampilkan seorang narator dengan wajah disamarkan, membacakan ancaman dengan latar belakang rekaman peristiwa kerusuhan 1998.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta – Ramdansyah  Kepada VoA mengatakan video tersebut potensinya lebih ke ranah pidana umum. “Kita mesti dapat dulu bukti siapa yang mengunggahnya. Panwaslu DKI meminta kepada aparat kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya untuk melacak siapa pelaku yang meng-upload video ini,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia – Jenderal Timur Pradopo mengaku polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum menemukan pelaku pengunggah video itu.

Menanggapi maraknya isu bernuansa SARA dalam Pemilukada DKI Jakarta ini, budayawan – Benny Susetyo yakin rakyat Indonesia khususnya Jakarta sangat cerdas dan kritis serta tidak akan terpengaruh dengan maraknya issue-issue SARA.

“Saya rasa, isu video SARA dan ancaman-ancaman itu tidak membuat rakyat itu semakin takut, tetapi justru sebaliknya malah membuat tidak simpatik. Karena rakyat itu sudah menentukan pilihannya ingin perubahan, dan pilihan itu tidak bisa dihalangi dengan isu apapun,” ujarnya. (Sumber : VoA – Bahasa Indonesia),-

Koment Rafans Manado :

Hakekat ancaman yang paling mungkin pada sekarang ini terhadap bangsa Indonesia adalah subversi, yaitu setiap usaha, kegiatan, dan tindakan secara tertutup yang bertujuan mengganggu keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ciri-ciri dari pada subversi antara lain adalah : Sifatnya selalu negatif, Kegiatan pada umumnya bersifat tertutup, Adanya konsepsi kenegaraan, Adanya metode dan taktik untuk mempengaruhi dan menggalang massa, Kegiatan ditujukan untuk melumpuhkan jaring-jaring kemasyarakatan, Mengacaukan/menggulingkan pemerintahan yang sah, Ada kalanya didukung oleh negara asing, dan Sering juga disertai dengan kekerasan.

Operasi subversi biasanya ditujukan pada 5 (lima) sasaran, yaitu : Politik, Ekonomi, Psikologi, Sosial budaya, dan Militer.

Subversi dapat terjadi dimana-mana, baik di pusat maupun di daerah; baik di desa maupun di kota; baik di kelompok intelektual maupun di kelompok rakyat biasa, dan lain-lain.

Oleh karena itu, masyarakat harus memahami, bahwa Republik Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau, didiami oleh berbagai macam suku, mempunyai beraneka ragam bahasa daerah dan adat istiadat, serta penduduknya memeluk beberapa macam agama.

Dalam suasana hidup rukun dan damai, maka tentunya pembangunan nasional dapat Kita laksanakan dengan baik. Pada waktu merebut kemerdekaan, bangsa Indonesia dapat berhasil karena adanya persatuan dan kesatuan tanpa memandang suku, ras, daerah, dan agama.

Maka pada saat mengisi pembangunan sekarang ini dan seterusnya, hendaknya semangat persatuan dan kesatuan serta kekompakan harus terus di pupuk dan makin dikembangkan. Betapa indahnya seluruh bangsa Indonesia dapat Hidup Rukun Dan Damai, karena Torang Samua Basudara Kong Baku-Baku Sayang,-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s