Menyikapi Film Innocence Of Muslims Di Indonesia

Film “Innocence of Muslims merupakan film amatir yang dibuat oleh ekspatriat koptik Mesir yang menetap di Amerika Serikat. Film tersebut selanjutnya diunggah di “youtube” dalam versi bahasa Arab.

Film Innocence Of Muslims

Hal itu memicu kemarahan umat Islam sehingga menimbulkan protes di beberapa negara Timur Tengah, seperti di Mesir dan Libya. Konsulat Amerika Serikat (AS) di Benghazi, Libya, diserang dan dibakar sehingga menewaskan empat warga AS, termasuk Dubes AS – Christopher Stevens.

Berkaitan dengan itu diharapkan umat Islam di Indonesia tidak terprovokasi sedikit pun oleh film Innocence of Muslims, yang dinilai berisi pelecehan terhadap Nabi Muhammad.

“Bila kaum muslimin Indonesia menonton film itu, tidak usah terpancing untuk melakukan tindakan-tindakan yang menyalahi hukum karena itu tidak menyelesaikan masalah. Biarlah keburukan dilayani dengan kebaikan,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Senada juga disampaikan oleh Ketua Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar Farid Mas’udi, Kamis (13/9/2012), di Jakarta.

“Umat Islam harus mengacu pada keteladanan Nabi dalam menghadapi penistaan seperti itu. Jika terpancing, seperti di Libya dan negara-negara lain, maka tercapailah seluruh tujuan buruk dari si pembuat film tersebut,” katanya

Masdar mengajak untuk menyikapi film tersebut dengan kepala dingin dan jernih. Nabi Muhammad telah memberi keteladanan dalam menghadapi penistaan.

Agama apa pun, yang dianut oleh manusia mana pun, tidak bisa dibela dengan kebencian terhadap orang atau umat lain yang menganut agama berbeda. Agama hanya bisa dibela dengan keluhuran budi oleh umat yang meyakininya.

Masdar berharap, dalam situasi seperti ini, umat Islam hendaknya mengacu pada seruan Al Quran : “Kalian tidak perlu merasa khawatir, jika kalian benar-benar terbimbing oleh Allah. Barang siapa berbuat kebajikan, dia berhak mendapatkan kemuliaan. Barangsiapa yang berbuat keburukan, dia sendirilah yang akan memikul kehinaan. (Editor : Rafans Manado – Sumber, http://indonesia.ucanews.com/),-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s