Protokol Internasional Cegah Penistaan Agama

Presiden RI – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Sidang Umum PBB menyampaikan suatu usulan yang sangat prestisius, yakni adanya Protokol Internasional Anti Penistaan Agama.

Gus Dur & Kardinal Tauran (Foto, Google)

Usulan Presiden SBY tersebut mendapat tanggapan dari Anggota DPR RI yang berasal dari Fraksi DemokratInggrid Kansil pada hari Kamis, 27 September 2012.

Inggrid menyatakan, bahwa sikap tersebut merupakan langkah mutakhir dalam membangun hubungan politik Internasional yang pro aktif.

Dengan begitu kita bisa melihat sendiri bahwa Presiden kita berani untuk bersikap tegas di dalam pergaulan internasional yang tentunya menentukan posisi tawar Bangsa Indonesia di mata dunia Internasional.

Film Innocence of Muslim yang sempat membuat dunia bergejolak termasuk penolakan umat Muslim Indonesia dianggap penistaan agama. Karena itu jika dilakukan pembiaran tentunya bibit seperti ini akan menjadi cikal bakal lahirnya pelecehan dan penistaan agama dengan bentuk yang lain dikemudian hari.

Usulan SBY di Sidang Umum PBB merupakan langkah konkrit untuk mencegah terjadinya pembiaran terhadap penistaan agama. Ini merupakan langkah fundamental dan tepat yang diambil oleh Kepala Negara, dimana ada political will dari pemimpin negara seperti Indonesia sebagai negara yang majemuk.

Jika protokol ini disetujui bersama maka umat beragama di negara manapun tidak akan mengalami intimidasi. Misalnya, dalam kasus minoritas terhadap mayoritas. Khusus di Indonesia Justru protokol ini akan menjadi dasar yang kuat bagi kita untuk segera memproses pembahasan RUU Kerukunan Umat beragama yang memang sudah masuk prolegnas.

Protokol Internasional akan bersifat mengikat negara-negara anggota PBB. Maka, Penistaan terhadap agama yang berakar dari conflic of interest yang dengan sengaja mengatas namakan agama akan mendapatkan hukuman internasional dan dapat dibawa ke Mahkamah Internasional sebagai kejahatan HAM.

Ini akan menjadi jaminan, terlaksananya perdamaian dunia. Khususnya dari penghormatan hak sipil dan Hak Asasi Manusia untuk memeluk agama yang dipercayainya.

Protokol anti penistaan agama dapat disetujui oleh negara-negara PBB sehingga sikap toleransi semakin terjamin di dunia. Demikian Inggrit menjelaskan. (Editor : Rafans Manado – Sumber, Misbahol Munir – Okezone.com, Kamis, 27 September 2012 20:15 Wib),-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s