Kelompok Intoleran Tularkan Kebencian Masyarakat

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta – Febi Yonesta seusai pertemuan dengan anggota Dewan Pertimbangan Presiden – Albert Hasibuan di Jakarta, Rabu (24/10) mengatakan, syiar kebencian terjadi dalam kasus GKI Yasmin, Ahmadiyah, dan Syiah. 

Ilustrasi (Foto, Suara Pembaruan.Com)

Kelompok intoleran menularkan kebencian kepada masyarakat awam yang sebenarnya tidak terkait dengan kasus tersebut.    

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) seharusnya memiliki formula atau skema permanen untuk mengatasi kasus-kasus kekerasan atas nama agama. Presiden tidak bisa diam saja atas meluasnya syiar kebencian antaragama di tengah masyarakat saat ini.

Kami mengharapkan adanya penegakan dan kepastian hukum karena meluasnya syiar kebencian yang dibiarkan begitu saja. Padahal, hukum Indonesia memungkinkan ditegakkan sanksi.

Penegakan hukum bagi penyebar syiar kebencian sudah termuat di antaranya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 156, Pasal 157, dan Pasal 160.

Selain itu, Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 12/2005 juga melindungi warga dari kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Presiden harus memiliki tindakan tegas dan cepat untuk menghentikan pemerintah daerah yang merugikan kelompok minoritas.

Dalam kasus GKI Yasmin, pemerintah justru kalah kepada kepentingan politik lokal yang diatur oleh Wali Kota Bogor.

Kepentingan politik lokal tidak bisa dijadikan alasan untuk kasus-kasus yang bisa merugikan warga minoritas agama. Demikian Febi menjelaskan. (Editor : Rafans Manado, Sumber, Suara Pembaruan.Com),-  

 

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s